Selasa, 25 Maret 2014

Patah Hati Dua Kali (Last Part)

Bismillahirrakhmanirrakhim...

Yeaaah~
This part is the lastest of story~
Hahaha some how like fail to make angst for love story so why did I call it funny XD

Lets Enjoyy~



**

"Mau pesen apa?" Tanya kak Fajar.
Setelah melihat daftar menu, kakak dan Hadi bilang dengan serentak, "Nasi Goreng." Aku memilih capcay disusul dengan Dika dengan menu yang sama pula.
"Minum?" Tanya Kak Fajar lagi.
"Es Teh." Kata Kakak. Aku ngikut kakak. Sedangkan Dika dan Hadi akhirnya memutuskan untuk memilih es teh juga.

Ini pertama kalinya aku makan bareng dengan laki-laki selain kakak. Sedikit grogi, sih. Apalagi semuanya laki-laki dan aku sendirian. Aku duduk disamping kakak. Dika dan Hadi duduk berhadapan dengan aku dan kakak. Sedangkan Kak Fajar ada disamping Kak Re.

"Eh, beneran koleksi anime sama Jpop mu sampe 1 tera?" Tanya Kak Re ke Dika sekaligus pembuka obrolan makan bareng ini.
"Eh, iya kak." Jawab Dika sambil tertawa malu.
"Wah, keren. Kamu punya apa aja. Barter dong." Tawar Kak Re.
"Banyak sih. Kak Reza mau yang apa?," Kata Dika sambil tersenyum.
"Kamu punya PVnya laruku nggak? Oya, punya kamen rider nggak?"
"Lengkap, kak. Laruku world tour aku punya beberapa. Kalo kamen rider aku cuma punya kamen rider kuuga sampai kamen rider agito aja."

Obrolan kakak dan Dika akhirnya mendominasi perbincangan. Kak Fajar yang juga fans berat tokusatsu merasa perlu ikut campur dalam perbincangan itu. Kamen riderpun menjadi topik utama. Orang yang paling kasihan dalam obrolan ini adalah Hadi. Walaupun laki-laki, Hadi tidak terlalu suka tokusatsu. Dia lebih suka dorama. Menurutnya tokusatsu adalah film yang tidak masuk akal. Kamen Rider dan teman-temannya itu merupakan hasil imajinasi orang Jepang yang terlalu tinggi. Sebenarnya aku cukup setuju dengan pernyataan Hadi, sih. Tapi aku ragu, jangan-jangan alasan dia tidak suka tokusatsu sebenarnya karena dia takut dengan monster-monsternya. Ah, alasan ini benar-benar menjatuhkan pernyataannya yang keren tadi.

Aku sendiri mengenal tokusatsu dari kakak. Kak Re bahkan sangat mengagumi tokoh bernama Rei Kamioka dalam Kamen Rider Blade. Saking kagumnya, sejak saat itu dia mengubah nama panggilannya menjadi Rei. Karena sudah terbiasa, akhirnya sampai sekarang aku keterusan memanggil kakak dengan satu sukukata nama depan kakak. Gara-gara Kak Re, aku juga ikut menerapkan teori itu. Dulu ketika jamannya Inuyasha naik daun, aku cukup terpesona dengan salah satu tokohnya. Kikyo, menurutku adalah tokoh keren dalam film itu karena dia terkadang dingin juga kadang lembut tetapi sikapnya tidak pernah tergambar dalam wajahnya. Pernah sekali aku meniru dengan memaksa ibu untuk membelikan costum anime dengan karakter Kikyo. Setelah berhasil membujuk ibu dan costu ada ditangan, ternyata kostum dengan karakter ini tidak cocok untukku. Waktu itu kakak hanya bisa tertawa terbahak-bahak melihatku dengan kostum kedodoran. Wajahku yang merah padam menurunkan keinginanku untuk melakukan pembelaan. Akhirnya kakak mengakhiri sesi tertawanya dengan mengusap rambutku lalu pergi sambil bilang, "dasar kikiyokiyooo~.."

"Kalo Jpop kamu suka sama siapa aja, Dika?"
"Hmm, banyak sih sebenarnya. Tapi kalo yang bener-bener suka nek cowok aku suka L'Arc en Ciel sama Aqua Timez. Nek yang perempuan aku suka AKB48."
"Hoo, AKB48 ya. Aku cuma tau Atsuko Maeda aja. Dia kan pernah main di Hana Kimi 2011, kan?"
Mendengar itu Hadi langsung nyambung,"Iya, yang jadi Mizuki. Kalo di Hana Kimi 2007 kan yang jadi Maki Horikita."
"Jiaah jago juga kamu ya," Komentar kakak dengan pernyataan Hadi. "Si Kiyo lumayan update kalo masalah AKB48." Lanjut kakak sambil melihatku.
"Lho, kamu suka AKB48 juga ya?" Tanya Dika. Wwah, ini pertama kalinya dia mengajakku bicara.
"Hehe ya lumayan sih." Jawabku pendek. Sebenarnya karena sedikit grogi jadi jawabannya terlalu pendek. Dengan cepat Dika langsung menyambung lagi,"Oshimu siapa?"
"Mayu Watanabe."
"Waah, sama. Aku juga. Kamu lihat AKBingo yang mbahas Mayuyu nggak? Sumpah, Mayuyu lucu banget." Dika berbicara seperti angin yang bertiup kencang.
"Eh, yang mana?" Akhirnya aku malah terbawa kata-katanya Dika sehingga secara tidak sadar aku mulai mengingat-ingat setiap episode AKBingo yang ada Mayu Watanabe.
"Itu lho yang dia ngobrolin anime sama temannya terus dia menjelaskan dengan panjang lebar." Kata Dika seperti memberikan pancingan.
"Ah! Iya, pas dia konsen dengan pembicaraan anime itu tiba-tiba dia dipanggil sama MC terus bilang 'haik' padahal satu detik yang lalu dia masih membicarakan anime dengan berapi-api." Aku berusaha menjelaskan dengan panjang lebar sambil tersenyum.
"Hahaha iyoooo. Benaar-benar lucu kan." Dia menerima penjelasanku dengan tertawa lega.

AKB48 telah berhasil mengubah topik pembicaraan yang semula adalah tokusatsu. Perubahan topik ini juga mengubahku yang awalnya diam saja menjadi jarang diam. Aku, Dika, dan Hadi akhirnya menjadi orang yang paling banyak bicara. Sedangkan Kak Re dan Kak Fajar menjadi pendengar setia yang sesekali bilang, "Hoo", 'Eehh", "Masaaak?", "Waah baru tahu aku".
Saat itu, tiba-tiba saja aku merasa dekat dengannya. Kami berbicara dengan bebas. Membicarakan hal yang sama. Tertawa bersama. Tiba-tiba saja kami saling menanyakan hal apa yang disukai. Seperti berusaha untuk saling mengenal lebih dekat. Di jalan pulang, hanya satu lagu yang kuputar terus berulang-ulang. Lagu yang benar-benar menggambarkan perasaanku saat ini.

 Don’t you know, there’s nothing I can do,
 I gotta get to know you
 I have to see this through I want it all
 I gotta let you know, this feeling is so true
 Coz I know that you’re One of a kind
 And I can’t get you out of my mind
 What would you say if I was to walk up to you
 Would you feel the same if I told you this feeling is true
 I wonder what you would do
**
            "Kiki, kamu udah liat AKBingo episode 188?" Tanya Dika dengan bersemangat.
"Udah dong. Yang ada 4 wota itu kan?" Kataku sedikit sombong.
"Mayuyu kawaii ya." Dia berkata dengan bahagia. Matanya terlihat sipit ketika dia tersenyum. Wajahnya tersipu malu ketika mengatakan 'kawaii'. Aku hanya membalasnya dengan tertawa kecil dan segera duduk di mejaku. Sebelum aku meletakkan tasku di meja, Dika sudah meletakkan netbooknya didepanku. "Oya, kamu udah liat ini belum?" Tangannya bergerak dengan lincah diatas pad. Dengan cepat dia menemukan apa yang dia cari. Sekilas aku melihat isi netbooknya. Terdapat banyak folder yang namanya mengandung kata 'AKB48'. Diantara banyak folder itu, kata 'mayuyu' yang paling banyak. Sepertinya dia memang fans berat mayuyu.

Aku mendengarkan dengan saksama apa yang dia katakan. Bahkan aku tidak punya kesempatan untuk menyelanya. Dia berbicara seolah-olah dia sedang membicarakan orang yang dia cintai. Terlihat beberapa kali wajahnya memerah saat menunjukkan beberapa video tentang Mayuyu. Selain itu, dia juga menunjukkan koleksi foto-foto Mayuyu dengan berbagai pose dan model baju. Dia benar-benar 48family.

Sebenarnya koleksiku hampir sama lengkapnya dengannya. Sama seperti L'Arc en Ciel dimana aku sangat suka Tetsu melebihi member lain. Di AKB48, yang kusuka hanya Mayu Watanabe. Aku rajin mengunjungi blog officialnya. Aku selalu mengecek official youtube bahkan situs berbahasa Jepang sekalipun untuk mengupdate berita tentangnya. Aku patah hati. Ternyata ada orang yang lebih mencintai Mayuyu daripada aku. Rasanya sedih, sih. Tapi ya sudahlah, namanya juga idol. Hanya dengan melihat Mayuyu bahagia saja aku sudah cukup senang. Tapi tetap saja, aku patah hati hari ini.

**
Walaupun aku patah hati karena Mayuyu, bukan berarti aku tidak normal. Aku masih normal, kok. Malah sepertinya rasa sukaku terhadap Dika semakin bertambah. Aku merasa ada sebuah tali yang menghubungkan kami berdua. Jangan-jangan aku memang berjodoh dengannya. Imajinasiku semakin bertambah kalo tiba-tiba wajah Dika terlintas dipikiranku.
"Woi", Sebuah suara menghancurkan imajinasiku yang sudah berkembang. Aku yang masih kaget mencoba menoleh ke belakang.
"Haaaaahhhh Hadi sebaaal." Kataku sambil marah-marah.
"Salahnya sore-sore ngelamun." Dia berusaha membela diri. Aku masih saja mengomel. Tapi beberapa detik kemudian omelanku menghilang. Sebuah pertanyaan penting muncul di kepalaku. Dan menurutku, pertanyaan itu hanya mungkin bisa dijawab oleh Hadi. Wajahku pun kembali riang seketika.
Mumpung kelas masih sepi, Aku pun mulai melaksanakan misi penting ini. "Di, mau tanya dong." Hadi yang sibuk dengan Handphonenya menjawab,"Apa?"

"Eh, Dika pernah suka sama orang nggak?" Tanyaku simpel. Mendengar pertanyaanku dia langsung tertawa.
"Hahaha pantes!! Kamu suka sama Dika ya?" Dia bahkan meledekku sambil tertawa. Waah, apa-apaan ini. Kenapa dia tahu, dengan cepat aku meresponnya dalam hati. Tapi aku berusaha menjaga diri supaya tidak kelihatan.
"Eh, kok bisa?", aku berusaha membantah kata-kata Hadi.
"Ya Ampun kelihatan kali. Aku sering lihat kamu mencuri pandang dia. Mau bukti?" Dia berargumen dengan cepat. Ah, ya sudah lah, kataku dalam hati. Aku menyerah. Toh aku memang suka sama dia. Akhirnya dengan berat hati aku mengaku.

"Hm..lebih baik jangan suka sama dia deh, Ki."
"Eh, lho kok?"
"Kamu tahu kan kalo dia suka sama Mayuyu?"
"Yoi, aku juga suka sama Mayuyu kok. Hehehe", aku bahkan menjawab sambil tertawa. Tapi akhirnya penjelasan Hadi yang panjang lebar menghentikanku untuk tertawa. Bahkan mimik mukaku langsung berubah. Rasanya sedih. Lebih sedih daripada tahu bahwa ada yang lebih suka Mayuyu lebih dari aku. Aku patah hati.

Ternyata Dika sudah punya pacar. Pacarnya bahkan lebih cantik daripada aku. Kata Hadi sudah sejak awal kelas 1 mereka pacaran. Aku cukup kenal sama pacarnya. Tapi Awal kelas 2 kemarin, pacarnya cerita ke Hadi kalo dia sudah putus sama Dika. Dia cerita kalo Dika benar-benar jahat padanya. Padahal pas awal pacarnya bilang suka ke Dika, Dika  bilang iya. Tapi ternyata sebenarnya sama sekali Dika nggak pernah suka sama pacarnya. Dika hanya suka Mayuyu. Tidak yang lain. Bahkan pacarnya sekalipun. Mata dan pikiran Dika hanya terfokus pada Mayuyu, tidak dengan yang lain.

"Aku pernah nanya ke Dika gini dulu, Dik, kalo misalnya ada orang yang suka sama kamu melebihi rasa sukamu terhadap Mayuyu gimana?' Dia menjawab apa coba? Dia tetap memilih Mayuyu bahkan jika Mayuyu kenal dan menolaknya sekalipun." Jelas Hadi.

Aku hanya bisa diam. Aku patah hati dua kali. Aku tidak bisa menyalahkan Mayuyu karena aku juga menyukai Mayuyu. Aku juga menyukai Dika, orang yang pertama kali membuat mataku terbuka dengan segala hal yang ada dalam dirinya. Tapi aku benar-benar patah hati. Orang yang kusukai membuatku patah hati dan orang yang membuatku patah hati tidak bisa kubenci karena aku sangat menyukainya. Aku patah hati.
My painful love, I'm hurting as if I cut my skin
I try to hold it in but soundlessly its hurt
My aching love, its bitter as if I swallowed poison
I try to smile but I'm fantly aching

~***~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Aikotoba~