Tadi tidak sengaja membuka facebook yang mana sekarang sudah aplikasi melihat masalalu. Setelah dibuka, yah, masalalu untuk hari ini adalah...
Tertulis sebuah note yang...sebenarnya tidak tau ini maksudnya apa..
--it is started here--
Tanoshii..
Tanoshii koto. Iya, sangat tanoshimi untuk segera berkemas-kemas. Berjalan-jalan. Bersama teman. Berkeliling kota. Dari suatu tempat ke tempat yang lain. Saling bercerita, berbicara satu sama lain. Membuat cerita bersama. Disuatu hari yang cerah tentunya.
Berjalan bersama. Melakukan sesuatu yang disuka. Tertawa bersama membicarakan mimpi bersama. Bersama berbagi cerita. Bahagia bersama. Walaupun tidak tahu kapan hal itu terwujud. Tetapi selalu bercerita, bercerita dan bercerita. Walau berharap tidak akan hanya menjadi cerita belaka. Berharap semuanya ada. Ada dengan segala ceritanya. Cerita yang berharap menjadi nyata.
Dalam ukuran manusia, berbicara tentang mimpi dan masa depan adalah hal yang wajar. Akan tetapi, kewajaran itu seakan berhibernasi. Tertidur dalam sebuah ruang yang tidak bisa diketahui keberadaannya. Konsep wajar menjadi berubah. Berubah menjadi ketidakwajaran yang tidak biasa. Ketidakwajaran itu juga menghasilkan ketidaknyataan dan kepalsuan. Semua menjadi samar-samar, semu dan menjemukan. Benar-benar menjemukan.
Gosip memang sangat cepat menyebar bagaikan udara yang setiap saat bertebaran. Setiap yang keluar dari sebuah lubang bernama mulut, pasti selalu beterbangan bagaikan burung yang keluar dari sangkarnya. Menyebarkan gosip sama saja dengan menyebarkan virus. Virus adalah sesuatu yang akan membuat manusia yang lain sakit. Sakitnya bahkan bisa sampai meninggal dunia. Karena virus itu berbahaya, terkadang ada manusia yang pada akhirnya harus dikarantina bahkan diasingkan disuatu tempat yang sunyi senyap dan yang pasti tidak enak. Sakit memang tidak sama dengan sedih. Sedihpun tidak sama dengan sakit. Tetapi terkadang kedua kata ini bisa disamaratakan. Sama juga dengan laptop yang bervirus. Membuat penggunannya sedih. Membuat penggunanya sedih karena memang segala aktivitasnya sangat dekat dengannya. Untuk yang satu ini memang keduanya tidak dapat dipisahkan. Sama sekali tidak dapat. Andaikan ada, pasti akan sangat sedih sekali berpisah dengannya. Mendengar gosip juga begitu. Gosip itu sebuah obat. Obat yang sangat pahit. Jadi jika seorang manusia mendengar gosip sama saja dengan dia menelan sebuah obat yang sangat pahit yang mungkin tidak bisa ditawar dengan sebuah gula, es krim, atau coklat sekalipun.
Walaupun bercerita terkadang dapat juga dikategorikan sebagai sebuah gosip. Secara manusiawi, manusia sangat menyukainya. Tidak terkecuali. Bohong jika orang mengaku tidak suka bercerita. Sangat bohong. Bercerita memang suatu hal yang menyenangkan. Aku juga sangat suka. Suka sekali. Apalagi bercerita tentang mimpi. Mimpi-mimpiku dan segala hal yang kuimpikan. Membanding-bandingkan dengan mimpi orang lain. Memperdebatkannya. Membuatnya menjadi berwarna dengan tanpa merusaknya. Hanya sesekali mewarnai dan membuatnya terlihat berbeda kemudian membasuhnya lagi dengan mimpi yang tetap sama. Dengan begitu mimpi itu akan sangat terpelihara. Semakin terpelihara dan terpateri dalam hati selama-lamanya. Sangat menyukainya.
Sebagai seorang manusia, wajar saja manusia selalu melakukannya. Itu memang sangat wajar kok. Wajar sekali. Tuhan bahkan sangat menganjurkannya. Ceritakanlah pada semuanya. Ceritakanlah pada langit, pada awan, pada burung yang terbang bahkan pada rumput yang bergoyang. Semuanya ceritakanlah.
Semangat. Iya, kata semangat itu memang harus ada. Tanpa dia, hidup akan sirna. Usaha akan terasa sia-sia. Terus bersemangat karena semangatlah yang akan menghantarkan manusia pada mimpinya. Diiringi dengan usaha. Usaha yang tidak hanya sebisanya. Usaha dengan sekuat tenaga. Dengan segenap jiwa, segenap nyawa dan upaya. Semua tidak akan sia-sia. Berusahalah. Bangkit dan segeralah berkemas. Berkemas dengan segala peralatan yang dibutuhkan. Bersiap untuk berperang. Berperang dengan segala kemalasan dan kehawatiran. Berperang dengan segala ketidakbisaan. Dengan bismillah pasti bisa semua pasti akan hilang. Bismillah memberikan kesejukan dengan payungnya saat kita berjalan dikala panasnya siang. Bismillah membuat kita tenang dalam berjalan walau kadangkala memang harus terlibat keramaian.
Ready go!!
Harus bisa. Iya, memang harus bisa. Bisa melakukannya. Mendapatkannya. Pergi ke sana. Iya harus pergi. Tidak bisa membayangkan kalau tidak pergi. Jika jiwa terpisah sekalipun. Bahkan mungkin akan menjadi sebuah catatan mistis. Hanya sebuah pemikiran. Jadi jangan ditertawakan.
--ditulis bersama toshi dan kawan2--
~finished~
PS. ini saya juga tidak tau pada saat yang bagaimana saya menulis ini. Yah, semua tulisan yang saya tulis biasanya mencerminkan keadaan saya~ xD
Tidak ada komentar:
Posting Komentar