Minggu, 01 Maret 2015

Sumitomo Stell Trip Half-day!

Bismillahirrakhmanirrahim..

Yo! Minggu kemarin, aku ikut trip yang diadakan oleh ryugakuseika. Sebenarnya aku kurang begitu mengerti trip ini tentang apa, tetapi karena sudah terlanjur janji dengan Aya bahwa aku akan ikut, akhirnya ikut juga. Trip ini diadakan khusus bagi orang asing untuk lebih mengenal tentang Jepang. Tema trip kali ini adalah tentang industri Jepang lebih khususnya industri baja dan industri pembuatan sake. Ketika mendaftar, aku diberitahu bahwa peserta diharuskan berkumpul di depan dorm 1 jam 7.15 karena tempat yang cukup jauh. Untuk masalah lokasi, hal yang kuketahui hanya kami harus segera sampai di hamamatsucho eki jam 9.30 karena sudah ditunggu oleh bus. Selebihnya aku nggak ngerti lagi hahaha :D

Jujur, aku belum pernah pergi kemanapun pagi hari pada rush hour. Kalau pagi jam 6.00 belum masuk rush hour. Rush hour di Jepang adalah jam 7.30-8.30. Hal ini berbeda dengan rush hour di Indonesia yang dimulai dari jam 6.30-7.30 satu jam lebih cepat dari Jepang. Ah! iya, ngomong-ngomong, dulu tutor pernah terkaget-kaget dengan jam sekolah Indonesia karena jam sekolah Indonesia dimulai pada jam 6.30/7.00 tergantung ada kelas pagi atau tidak. Tutorku bilang kalau dia tidak mungkin bisa sekolah di Indonesia karena menurutnya dengan jam sekolah disini dimana dimulai jam 08.30 sudah sangat pagi sekali. Hell banget kalo dia dapat kelas pagi.

Sejujurnya lagi, aku juga belum pernah mengalami rush hour karena di Jogja tidak ada rush hour. Rush hour di Jogja masih bisa bergerak lambat tidak stuck. Kalau kereta/ bis ya.....hm, belum pernah naik bis selama 6 tahun di Jogja. Kalau di Jakarta mungkin akan terasa rush hournya, mungkin. Sayangnya pas di Jakarta dulu juga nggak merasakan rush hour karena selalu pergi keluar jam 5.30 atau 9.00 artinya masa rush hour sudah berakhir :p

Daan...jeng jeng kali ini, kami mengalami rush hour. Gilak sungguh, suatu saat harus melakukan observasi khusus tentang rush hour! Tunggu, ya!

Okay, kembali ke topik trip!

Setelah mengalami rush hour yang cukup melelahkan, akhirnya sampai di Kanda eki untuk norikai ke yamanote line kemudian sampailah kami di Hamamatsucho eki. Di sini, sudah ada beberapa orang yang sudah menunggu termasuk Nakajima-san. Ah, Mari san juga datang. Mari san ini adalah teman Aya. Dia dari jurusan Bahasa Arab, makanya kenal dekat dengan Aya. Aku juga pernah main bareng dengan Mari san. Hm..kalau dilihat dari wajah Aya, sepertinya Aya dan Mari sudah janjian sejak awal. Nah, setelah ngobrol dan basa-basi sedikit, kami diarahkan menuju shelter bus Hamamatsucho.

Di sinilah perjalanan yang sebenarnya bermula. Pertama, aku perkirakan paling hanya 1 jam perjalanan dengan bus tetapi perkiraan salah. Perjalanan hampir 2 jam malah. Hal yang aku tahu, kami berjalan ke arah yokohama. Ada beberapa tempat menarik yang kulihat selama perjalanan. Oya, ternyata Odaiba dekat sekali dengan Yokohama. Kalo disimpulkan secara sepihak, Odaiba yang merupakan kota buatan (awalnya adalah daerah paling pesisir banget yang kemudian diuruk dengan sampah pada tanahnya sehingga menjadi padatan dan jadilah daratan) pada dasarnya diperuntukkan untuk kawasan industri. Di sebelah Odaiba (Odaiba dicirikan dengan adanya bianglala yang sangat besar) cukup banyak bangunan industri yang berdiri. Ada juga perkantoran seperti ANA dan JAL (ada landasan pesawat juga bahkan, walaupun kecil). Sayang kemampuan membaca kanji-ku belum memenuhi, ditambah bau bus ini membuatku pusing sehingga konsentrasiku terpecah. Daan, tertidurlah saya~

Sekitar jam 11.00 bis sampai di sebuah kompleks perusahaan. Hal yang ada di kepalaku pertama kali adalah oh meeen ini di tangerang! Bener! mirip banget. Cuma bedanya di sini sepi jalan cuma dilalui oleh mobil dan truk perusahaan yang mengangkut barang atau bapak petugas yang berlalu-lalang menggunakan sepeda. Tepatnya, mereka menggunakan sepeda untuk petugas bagi yang hanya moving untuk menyampaikan dokumen atau memeriksa mesin. Sedangkan untuk mengangkut barang, mereka menggunakan truk atau mobil van. Kemudian, karena ini adalah kompleks pabrik jadi tidak ada pemukiman penduduk disini. Berbeda sekali dengan daerah Tangerang, kan? Hanya dalam jarak 1 km saja, sudah ada warung, toko, rumah-rumah. Akhirnya, jadilah kawasan ramai dan padat penduduk. Sedangkan disini, ramai dan bising juga, tapi bisingnya adalah bising suara mesin! Dan perlu diketahui bahwa meskipun ini adalah kawasan pabrik yang otomatis punya banyak limbah, mereka membangun taman! Iya, taman di dalam kompleks pabrik. Ada banyak bunga-bunga cantik bertebaran. Saat berkeliling, aku sempat melihat ada bapak-bapak yang menanam beberapa bunga dan merapikannya. Sungguh, mungkin kalau di Indonesia sepertinya tidak mungkin karena yang ada mungkin adalah limbah atau genangan yang menumpuk. Mungkin, sih.



Oya, sebelum berkeliling, peserta diharuskan memakai jaket, helm, radio-intercomm, dan sarung tangan yang sudah disediakan. Mungkin karena ini adalah kawasan pabrik yang otomatis kotor dan banyak debu sehingga mereka khawatir dengan keselamatan kami. Pertama, kami diajak keliling dengan menggunakan bus. Kami dijelaskan bagaimana baja dibuat mulai dari bahan mentah awal hingga jadi lempengan. Setiap proses memiliki lokasi tersendiri. Hehe iya, sih. Baja, kan besar ya!

Setelah berkeliling dengan bus, kami diajak masuk ke pabrik untuk dijelaskan proses secara detail. Pertama kali masuk ke dalam pabrik, aku langsung terkesima. Alat-alat yang ada adalah alat-alat besar dan mesin. Pekerja tidak melakukan kegiatan lain, hanya menjalankan mesin saja dan setiap orang memegang kontrol 1 mesin.



Coba amati beberapa pic. Sungguh itu pasti panas sekali bajanya!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Aikotoba~