Jumat, 02 Maret 2012

Serba-Serbi dunia per-PKM-an

Bismillahirrakhmanirrakhim...

Lagi-lagi, biasanya bulan Februari atau yang paling ekstrim biasanya bulan September-Oktober selalu saja orang diributkan dengan adanya hal ini. Sesuatu yang sering membuat orang bisa mengorbankan waktu kuliah buat hal ini. Sesuatu yang sesuatu deh pokoknya. Namanya memang keren sih, P dari Program, K dari Kreativitas, M dari Mahasiswa. Terdengar keren, kan? Kalo dengar hal itu, langsung berasa gimana gitu. Semacam bangga gitu, kan? Hayooo ngaku, deh :D

Sepintas sih begitu. Namanya aja PKM. Udah gitu, PKM yang ngurus DIKTI, didanai DIKTI gitu. Dananya juga gede. Jadi, ya gimana lagi sudah tentu lah semua pada pengen. Bahkan ada sekelompok orang yang menjadikan PKM sebagai sarana kerja. Yah, kerja gitu. Semacam mencari uang lewat PKM gitu, deh. Makanya itu, akio bilangnya sepintas sih begitu. Tetapi kalo dari sisi lain ya entahlah tinggal orang2nya aja yang mengartikannya seperti apa hehe :D

Oke, kembali ke topik pembicaraan awal. Akio mengenal PKM memang sejak semester..aduh..berapa ya...yaah malah lupa. Pokoknya, yang jelas akio mulai aktif dalam dunia per-PKM-an ya kemarin pas didanai itu. Semacam ketagihan PKM deh jadinya haha :D

Sudah umum memang kalo ada mahasiswa yang ikut PKM pasti mengalami sesuatu yang stuck, hectic, dan hurry2 gitu. Hal ini memang sindrom yang dihadapi seorang mahasiswa atau sekelompok mahasiswa yang ikut PKM kok. Jadi, kalo pas musim PKM terus ngeliat mahasiswa yang kayak gitu, ya didiemin aja. Perasaan yang tidak bisa digambarkan, antara marah, sedih, bingung, males, capek, sebel, galau, dan sebagainya memang selalu muncul secara tiba-tiba. Jadi, saran akio ya itu tadi, diamkan saja. Biarkan dia berkembang ~ hahaha :D

Hoho..itu baru masa-masa pengumpulan, loh. Baru masa pengumpulan proposal. Belum masalah didanai atau enggak. Nah, kalo udah masuk masalah didanai itu biasanya yang lebih hectic dan teman2nya tadi. Semacam level hecticnya naik, deh. Kenapa? Karena ya pas didanai itulah PKM yang sebenarnya. Hidup itu memang tidak mudah bung ~ Sebenarnya yang dimaksud disini adalah sesuatu yang nyata, bukan hanya diatas kertas, bukan hanya dalam pemikiran saja. Tetapi aplikasinya, implikasi yang duwujudkan dengan sesuatu yang nyata. Jadi bukan main-main boi~

Sejauh yang akio tahu, yah sedikit tambahan juga dengan apa yang akio rasakan selama terjaring dalam dunia per-PKM-an ini, biasanya ada beberapa hal yang selalu menjadi permasalahan pelik. Baik menjelang, juga bahkan sampai implementasi dan pelaksanaannya juga.

Pertama, biasanya masalah kelompok. Nah ini memang sangat riskan banget dengan sesuatu yang bernama perpecahan. Permasalahan ini biasanya muncul diawal, juga bisa jadi pasti akan muncul diakhir. Ujung-ujungnya bisa jadi buruk juga lho, kalo enggak disikapi dengan professional. Makanya biasanya untuk tim, eh inget boi ~ PKM itu tim, bukan individu. Jadi sudah seharusnya tidak ada kata, "Eh, kamu kerjain dulu, ya. Enggak usah nunggu aku selesai dengan tugasku. Soalnya aku juga mendadak ada acara."

Nah, kata-kata kayak gini seharusnya enggak usah ada. Wong ngerjainnya aja bareng2. Tim gitu, loh. Enggak bisa sendiri-sendiri. Jahat banget deh, nek akhirnya yang ngerjain cuma beberapa orang. Hoho, tapi hal ini sering terjadi lho. Makanya dari awal seharusnya jangan asal ambil orang. Harus pilih2 lah. Soalnya ini urusan gak main-main lho. Apalagi kalo yang dipilih orangnya ternyata malesan semua atau malah sibuk semua, ya terlepas dari sibuk beneran atau sok sibuk gitu deh. Intinya, semua harus dipertimbangkan. Misal yang dipilih teman dekat pun, tetep harus dipertimbangkan. Siapa tau, ternyata dia begini, begitu, atau begina..

Kedua, biasanya sih masalah waktu. Sebenarnya ini juga masalah kelompok juga, sih. Oh, enggak ding. Malah sebenarnya terletak pada sisi ego masing2. Orang yang egois kalo ada kumpul atau rencana buat acara gitu pasti akan bilang, "Eh, aku jam itu ada acara.." | "Eh, hari senin?.." | "Yah, aku ada praktikum je.." | "Mbok, besok aja, hari ini aku ada rapat.." atau "Aku capek nih, besok aja ya.." Huuuhhh..bunuh aja itu orang!!!

Ketiga, biasanya berhubungan dengan manipulasi kegiatan. Ini memang jahat banget sih. Tapi hampir bisa dibilang 80% PKM itu penuh dengan manipulasi. Semua dibuat cantik, indah, dan enak didengar dan dilihat. Semua bahkan terlihat nyata. Itulah dahsyatnya mahasiswa pelaksana PKM. Mengatas-namakan masyarakat, hewan atau tumbuhan penelitian, teknologi entah jadi atau gagal, jualan laku atau rugi, entahlah semua terlihat baik-baik saja. Baik dan berjalan lancar sekali, kayak kereta malah. Keliatannya sih, gitu.

Keempat, biasanya berhubungan dengan dana. Nah, ini yang paling banyak syetannya. Mau gimana lagi, orang itu uang hibah kok. Tapi ya itu tadi, tinggal orang yang memegangnya gimana? gimana hayooo?

Terakhir, bikin proposal, lolos, dan rasakan sendiri ketika udah lolos dan harus dilaksanakan. Oke :D

Yah, beginilah dunia per-PKM-an. Selamat menikmati :D
Salam Mie Ayam :D

2 komentar:

Anonim mengatakan...

hahaaa... ini PKM terakhirku XD

Akio Riefu mengatakan...

Terakhir dan terbaik :D

Posting Komentar

Aikotoba~