Senin, 20 Februari 2012

Kabar Gembira atau Duka

Bismillahirrakhmanirrakhim..

Masih terngiang dulu waktu semester-semester satu-dua-tiga-empat-lima dimana sangat-sangat inginnya pergi menimba ilmu di sebuah negara yang sangat terkenal dengan budayanya. Sebuah budaya yang semua orang pasti tahu. Sebuah budaya yang semua orang pasti akan langsung mengarah padanya ketika disebutkan kata kuncinya. Jepang, yah, sebuah negara yang terkenal dengan bunga Sakura. Bunga yang hanya tumbuh di sana. Bunga yang hanya mekar disana...*puitis banget sih -__-

sebelumnya akio cerita dulu dah. Impian akio buat ke Jepang memang sangat besar loh dulu..dan sekarang. Akio ulang, dulu dan sekarang..tidak akan pernah berubah. Karena akio sudah sangat jatuh cinta dengan Jepang. Sangat jatuh cinta.

Jepang memang negara idaman banyak orang. Siapa sih yang enggak jatuh cinta dengan Jepang? Semua orang pasti suka. Jadi ya memang banyak yang pengin kesana. Tinggal usahanya sampai seberapa.

Usaha. Kata usaha memang sangat mudah diucapkan. Tetapi tentu saja, sangat sulit dilakukan. Sulit yang dimaksud disini adalah sulit kalau memang tidak dilaksanakan. Dilaksanakan pun walaupun sulit kalau tetap berusaha pasti hasilnya akan terlihat. Seperti itu sih definisi sulit menurut kamus terbitan akio hoho..

Sama seperti akio. Orang yang akan berangkat ke Jepang bulan Maret itu juga sama-sama berusaha. Berusaha dengan semaksimal usaha sebisa yang dilakukan. Dengan membawa mimpi yang sama juga, akio juga seperti itu. Tapi ternyata memang berbeda. Akio lebih berfikir secara realistis, apalagi dengan jurusanku yang bukan sastra Jepang, memang tidak bisa memaksakan diri untuk mendapatkannya. Itulah bedanya. Akio berhenti untuk mengejar itu dan mengalihkannya ke jenjang selanjutnya. Tentu saja dengan mimpi yang sama. Mimpi dan semangat untuk mencapainya.

Orang ini, orang yang akan pergi ke Jepang bulan Maret ini, berbeda. Dia tetap ngotot walau dengan umur kuliah yang sudah semakin tua, walau dengan cara apapun, aku (dia yang dimaksud) harus kesana sebelum lulus. Dengan kengototannya di jurusannya yang sastra Jepang, akio pikir mudah saja orang-orang dan dosen-dosen jurusan sastra Jepang meluluskan niatnya. Dan akhirnya memang dia mendapatkan apa yang diinginkannya. Student exchange ke Jepang.

Disini, bukan berarti akio berbicara yang macam-macam. Tetapi ini murni memang pemikiran akio yang realistis. Sangat realistis menurutku. Dilihat dari kengototan, akio juga ngotot kok. Juga bebal dengan segala hal, yang penting bisa ke Jepang. Dilihat dari keinginan, sama besar juga, sama-sama kuat juga. Tetapi, entah kenapa selalu saja gagal. Semester pertama, masih dalam taraf pencarian informasi, belum bisa. Semester kedua, mulai bertambah informasi, semakin kuat keinginan. Semester tiga, berusaha mendaftar tapi ternyata belum bisa. Semester empat, mencoba daftar tapi ternyata lowongan cuma diperuntukkan untuk mahasiswa pertanian. Semester lima, daftar lagi, tapi gagal. Semseter enam, daftar lagi tapi ternyata di surat keterangan sehat terganjal sakit itu. Argghhhhhhhhhh benar2 membuatku sedih >.<

Yah, memang biarkan masa lalu menghilang, kemudian mencoba mengulang mimpi dengan masa depan. Pada Jenjang ini memang sepertinya akio belum diperkenankan untuk kesana. Karena itu, di jenjang berikutnnya, harus lebih semangat lagi, lebih berjuang lagi, dan lebih berusaha lagi.

Semangat kioo..tidak apa. Mungkin memang belum saatnya. Kepada mbak Intan, semoga sampai dengan selamat ya mbak, di Jepang sana. Jangan lupa, 1 tahun lagi kamu harus lulus lo..tapi kan kamu belum KKN ya, ya sudah KKN dulu dah, abis itu lulus. Tapi akio harus lulus duluan nih, haha enak aja aku harus lulus bareng kamu. Enggak mau dong. Kamu balik, gantian aku yang harus ke Jepang :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Aikotoba~