First post in February!
Yap! kemarin minggu aku sama temen dari Syria liat Ikebana Exhibition di Shibuya. Pada awalnya, Ishida san ngasih info kalau ada yang interest dengan Ikebana, bisa ikut dia buat liat pameran di Shibuya hari sabtu. Akan tetapi, hari sabtu aku sudah ada kegiatan di Kanazawa. Sempat urung juga untuk datang karena kalo datang sendiri pasti akan ribet dan kesusahan. Namun setelah ngobrol dengan Aya, dia tertarik juga untuk melihat sehingga akhirnya kami sepakat untuk pergi hari minggu.
Lokasi Exhibition berada di salah satu mall besar di Shibuya. Untuk pergi ke Shibuya, kami harus norikai sekali dari keio line ke inokashira line. Waktu yang dibutuhkan kira-kira 30 menit karena semua kereta yang dipakai adalah special express alias super cepat.
Sampai di Tokyu dept. Store, kami langsung naik ke lantai 3. Exhibitionnya cukup mewah, sih. Beberapa yang datang memakai baju yang cukup glamour dimana sekaligus menandakan ini pameran bukan sembarang. Sebagian besar pengunjung adalah ibu-ibu dengan kisaran umur 40an. Mungkin hanya kami yang masih dianggap muda.
Ada 100 karya ikebana yang didisplay dalam exhibition. 100 karya tersebut adalah hasil karya para sensei dari penjuru Jepang. Jadi ya, lumayan bergengsi lah. nggak heran, beberapa yang hadir berasal dari kalangan berada, itu. Cukup dilihat dari pakaiannya saja, sudah bisa ditebak.
Oya beberapa sensei juga hadir dalam exhibition. Salah satunya adalah Yamamoto sensei. Ini kenal yamamoto sensei sungguh sangat kebetulan. Awalnya, aku masih berputar-putar dan mengagumi beberapa karya yang menurutku masih sangat susah untuk dipahami. Sedangkan aya sepertinya sudah merasa bosan. Dia hanya berdiri di sudut sambil sesekali melihatku. Aku yang akhirnya selesai dengan foto dan bersiap menghampiri aya, tiba-tiba ada seseorang yang menghampirinya duluan. Seseorang berumur sekitaran 60an mengajaknya berbicara...dengan bahasa jepang. Dia menanyakan asal kami, tinggal berapa lama di jepang, dalam rangka apa, dll. Mungkin kami memang yang paling berbeda karena kami satu-satunya yang mengenakan veil dan satu-satunya yang masih terlihat muda. Setelah cukup bercakap-cakap dia menunjukkan salah satu display ikebana. Dengan pemahaman yang sedikit kacau, aku berusaha mengikuti penjelasannya tentang cara membuat ikebana tersebut, mulai dari asal dan bahannya, cara mengolah dan cara merangkainya. Kebetulan ikebana yang ditunjuk olehnya bukan rangkaian bunga, tetapi lebih pada rangkaian bahan yang berasal dari tanaman hias. Sedangkan bahan utama dari jenis ikebana ini adalah ringo (apel). Kami akhirnya baru sadar setelah dia mengatakan bahwa dia perlu mengulang 3 kali agar apel tersebut bisa benar-benar kokoh. Saat itulah, aya bilang, "yamamoto sensei desu ka"
Yah, memang orang jepang itu terlalu rendah hati. Dia nggak bilang secara terang-terangan apalagi membangga-banggakan, sebaliknya malah memberikan penjelasan detil. Mungkin part ketika dia mengatakan butuh 3 kali trial itu adalah keceplosan.
Setelah itu, Yamamoto sensei mengajak kami ke display ikebana terbesar, di sudut kanan. Memang besar, sih. Apalagi dahan lilitannya juga besar. Heran sekali bagaimana cara melilitkan dahan yang cukup besar sedang didalamnya terdaapat bunga. Apakah dahan dililitkan sejak masih berbentuk pohon, ataukah ada teknik tertentu dalam melilitkan. Sayang sih, senseinya sibuk jadi kami tidak sempat untuk bertanya. Yamamoto sensei kali ini menjelaskan bagaimana cara mengapresiasi sebuah karya ikebana. Sikap apresiasi yang baik adalah dengan berdiri secara lurus menghadap karya jadi mata kita harus tegak lurus dengan karya. Namun, dengan posisi yang seperti itu, aku masih bingung kenapa ada beberapa karya ikebana yang didisplay dengan tidak seimbang. Maksudku, ada beberapa ikebana yang didisplay vertikal sehingga hanya terlihat seperti bagian depan saja. Padahal bagian tengah dan belakang cukup menarik juga jika diperlihatkan dengan sempurna. yah, masih jadi pertanyaan, sih.
Dari beberapa karya ikebana yang didisplay, ada beberapa karya yang menurutku cukup amazing. Pertama, ikebana dengan bahan dasar rangkaian bunga yang tingginya sekitar 1 meter lebih dan dibalut dengan es berwarna putih. Itu menurutku cukup 'waw' mengingat gimana cara membuat cover dari es yang cukup tipis tersebut. Kedua, ikebana dengan bahan dasar tanaman sayur yang dibentuk seperti....istana! Tanaman sayur yang digunakan adalah brocoli. Sungguh masih bingung bagaimana cara membentuk brocoli tersebut menjadi seperti sebuah istana. Apakah dibentuk dengan sebuah cetakan atau memang ada teknik khusus, ya. Masih tanda tanya. Ketiga, ikebana dengan bahan dasar daun. Sebenarnya aku juga tidak terlalu mengerti itu ikebana bahan dasarnya apa, cuma dilihat dari alasnya yang berupa daun besar jadi muncullah asumsi tersebut. Agak kimochi warui, sih. Apalagi kalau memandang cukup lama. Sungguh, beneran kimochi warui.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar