Saat aku masih kecil, sebuah peta harta karun terbayang dalam pikiranku. Aku selalu memastikan bahwa aku akan mendapatkannya. Aku tidak akan kalah dari orang lain. Tempat menakjubkan yang selalu aku cari. Tempat yang kusebut sebagai negeri impian.
Sekarang, hari-hariku penuh dengan debu. Menjalani kehidupan yang tercecer disana-sini. Meskipun samar-samar, selalu berharap suatu hari nanti akan tiba saatnya. Saat dimana akan aku serahkan diriku pada waktu.
Saat ini, keinginan itu masih terbayang dalam pikiranku. Pikiranku membawaku pada diriku kala itu. Aku masih berharap hal itu tidak berubah. Semoga pikiran tersebut dapat terwujud sehingga tidak menjadi sebuah kenangan.
Aku masih menyanyikan lagu itu. Lagu masa kecil yang mengiringi keinginanku. Menghangatkan hatiku ketika bermimpi. Menjadi sebuah melodi yang bagus.
Mulai sekarang, berjanjilah. Tidak akan berhenti walaupun hanya menghela nafas. Karena mimpi yang nyata tidak akan sampai tanpa nafas yang sesak.
Waktu akan terus berputar. Namun, tidak apa menilik ke belakang. Membawa pada aku di masa lampau. Aku yang masih belajar mengurai air mata. Semoga kesedihan tak akan mengejar. Semoga kenangan tidak akan memudar.
Arigatou, mbak Maki.
Januari awal tahun dimana sudah berjanji tidak akan mengulangi hal itu lagi!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar