Bismillahirrakhmanirrakhim...
Ano saa.. Akio dulu pas masih SD memang tidak terlalu suka berteman. Berteman itu hanya membuat susah apalagi kalau sudah bertengkar, itu menurut akio. Berteman hanya akan menimbulkan permusuhan. Berteman itu pada akhirnya akan menimbulkan permusuhan yang berantai. Kesimpulannya adalah permusuhan itu diawali dari pertemanan. Itu menurut akio, dulu.
Sekarang? Nanka, mungkin juga seperti itu. Nggak tau juga sih, itu terjadi pasti pada masa-masa sekolah. Di SD, di SMP, di SMA, juga di tingkat Universitas. Pasti! hal kayak gitu masih terjadi sampai sekarang. Kalaupun enggak, tetep akan ada tapi dengan metode yang berbeda.
Di tempat belajar, memang semua orang belajar. Tidak cuma belajar pelajaran, tetapi juga belajar berteman. Seharusnya begitu. Idealnya seperti itu. Tapi tidak semua orang memiliki sikap yang sama sesuai dengan aturan pertemanan. Hm..nggak tau juga sih, aturan pertemanan yang benar itu seperti apa, hanya saja sesuai dengan pelajaran PPKN yang dulu akio pelajari di sekolah, aturan pertemanan adalah saling menolong apabila kesusahan, saling menghormati kehormatan, dan saling menyayangi satu sama lain. Serius! Kalo nggak percaya buka aja buku PPKN kelas 2, itu materi tentang hidup sosial. Tapi pada akhirnya memang manusia itu tidak sempurna. Akio tidak sempurna. Begitu juga dengan yang lainnya. Siapapun! Bahkan orang-orang yang sudah tua. Juga para orang-orang yang mengaku atau diakui sebagai ustadz. Dan semuanya pasti pernah punya masalah dengan sesuatu yang disebut dengan pertemanan.
Benar! Ini gara-gara seorang teman yang pernah bercerita kalau dirinya dianggap tidak pernah ada dalam kondisi apapun oleh teman-temannya. Teman? Haha salah ya akio bilangnya. Harusnya akio nulisnya 'oleh orang di sekitarnya'. Orang kayak gitu, nggak pantas disebut teman. Apalagi mengaku teman. Jelas lah. orang dia nggak menganggap orang lain ada *sabar akio, sabar*
enggak tau, hal yang kayak gini disebut apa. Cuma, kalau boleh jujur, bahkan akio pernah juga mengalami hal kayak gitu. Sungguh. Ketika SD, semua orang di kelas diisi dengan orang-orang yang bergerombol. Bergerombol, mengelompok dengan seorang yang menjadi orang yang paling dituruti keinginannya. Orang yang nggak masuk ke kelompok ya..dianggap tidak ada..kadang-kadang. Dibaik-baikin..kalo ada ulangan. Di ejek-ejek..kalo nggak bisa ngerjain di depan kelas. Di coret-coret bukunya..kalo nggak mau dipinjam PRnya. Apa kayak gitu bisa disebut teman sekelas? Teman? Kalo akio boleh jawab, Orang itu jahat kalo berani-beraninya bilang kayak gitu teman. Kejadian-kejadian kayak gitu, dulu banyak sekali ada di kelas akio. Berteman kalau ada keinginan, dijahati kalau sudah tidak diperlukan. Kata salah satu dari orang itu bilang, "iki gayeng lho. paling ora ono sik digeguyu". Orang yang menjadi obyek tertawaan akhirnya berakhir dengan menangis di mejanya atau keluar kelas pura-pura ke kamar mandi. Akio pernah melakukan salah satu dari itu.
Ano ne.. Akio nggak akan mengelak kok kalo dibilang, "akio pilih-pilih teman". Kalo enggak pilih-pilih, gimana bisa tau dia akan membawa kebaikan kepada kita atau membawa keburukan pada kita. Kalo membawa kebaikan pada akio ya ayo sama-sama menjadi baik. Baik untukmu dan untukku. Pun juga kalo membawa kebaikan itu terlihat tidak tulus, ya sudah kamu bawa kebaikan untuk dirimu sendiri saja. Akio bisa membawa kebaikan sendiri kok.
Akio malah baru tau kalo kayak gini disebut dengan bullying. Ternyata memang membully itu banyak macamnya. Salah satunya ya itu tadi. Ano nee..nggak bisa dipungkiri juga sih kalo hal yang kayak gitu selalu terjadi di lingkungan pendidikan. Ya..di sekolah, I means. Orang yang ada dalam satu kelas bisa jadi disebut teman sekelas. Tapi kalau dilihat bener-bener ya belum tentu benar-benar teman sekelas. Apalagi yang di dalamnya ada kelompok-kelompok. Pokoknya kalo udah ada kelompok-kelompok gitu, pasti nanti ada orang yang dijadikan target. Ya diketawain lah, dijahatinlah, dibikin nangislah, macem-macem. Makanya akio paling nggak suka. Kalo emang nggak suka ya jangan dibaikin. Pura-pura baik. Memancing orang lain biar nggak suka. Akhirnya bertengkar. Apa maksudnya? Kalo nggak suka ya udah nggak suka aja. Nggak usah menjadikan orang lain sakit. Kalo bosen, bosen lah sendiri, nggak usah bawa-bawa orang lain. Urusai! Mengganggu tau!.
Aaaaa..kenapa akio jadi marah-marah begini! Makanya awas aja kalo ada orang ngebuli orang dan akio tau. Awas aja! orang yang membully itu selalu berkelompok kan? Jelaslah, orang kayak gitu takut kalo sendirian. Cuma berani kalo ada temennya. Coba kalo sendirian? Ngomong aja pasti gemeteran! Sebal! Pokoknya aku sebal sama orang yang suka membully! Awas aja ya!
Sudahlah, cukup. Akio mau ngerjain tugas.
1 komentar:
wah akio pernah dibuly2 jaman SD kah?
yang kayak gitu ga cuma di sekolahan, tapi juga di lingkungan tempat tinggal/kosan... T,T
Posting Komentar