Bismillahirrakhmanirrakhim...
Seramat Pagi, minna..
Sudah lama tidak menulis hehehe, sepertinya ini akan menjadi tulisan
pertama di bulan November. Ah, sudah november saja ini. Waktu berlalu begitu
cepat ya. Saking cepatnya sampai sepertinya akio tidak melakukan sesuatu yang
bermanfaat. Apakah akio bisa menjadi orang yang bermanfaat ya? Hmm..mungkin
jawabannya akan akio temukan sendiri ketika sudah melewati beberapa waktu. Haha
tentu nya enggak boleh pake mesin waktu dong.
Sekedar memikirkan kembali aja beberapa hal yang ada di pikiran nih. Eaaa
memikirkan iq, hehe yah biasalah berpikirkan memang menyenangkan. Kemarin
siang, akio menonton sebuah film, biasalah stok film masih banyak. Jadi harus
segera dihabiskan *miapah*. Beberapa film yang starringnya Miura memang cukup
menarik untuk ditonton. Haha entahlah, kalo film yang main miura rasanya
bagus-bagus aja. Kecuali satu film yang ada aragaki-nya *akio anti sama aragaki*.
Super tidak suka. Pokoknya selain sama aragaki lah *hahaha maksa*. Selain
miura, menurut akio, film yang starringnya Takeru, Kanata, sama Hiromizu juga
bagus. Qeqeqe okelah, daripada nanti semakin banyak yang pengen akio tulis
mending langsung aja deh.
Judulnya Naoko. Itu film jaman akio masih SMA kok. Sekitar 2008 lah. Kalo
dilihat dari judul sih kayaknya rada gimana gitu kan ya. Hehe jangan berpikir
yang aneh dulu lah, maksud akio judulnya sedikit tidak mencerminkan isinya
gitu. Apalagi picnya tentang pelari gitu. Emang ini film ada tokoh Naoko yang
jadi pelari gitu? Tapi kok pelarinya laki-laki dan itu adalah miura. Naoko itu
bukannya nama perempuan ya? Nah ini yang bikin akio rada gimana gitu. Semacam
ambigu lah ini film *dari luarnya sih, sebelum akio nonton*. Jadi berpikiran
bahwa film ini tidak terlalu terkenal karena judulnya yang ambigu dan aneh.
Beda banget sama Kimi ni Todoke atau Bloody Monday yang memang tokohnya cukup
lagi naik daun dan formatnya bagus. Walaupun mungkin ceritanya bisa jadi lebih
bagus maknanya dari Kimi ni Todoke, tapi ya tetap saja kalo promosi dan
formatnya enggak bagus.
Hahaha dari tadi malah ngomong yang OOT deh. Hmm, akio mulai dari mana ya?
*Owowo~* Jadi memang ada anak perempuan yang namanya Naoko disitu. Nah, si anak
perempuan ini punya penyakit asma yang parah gitu. Hubungannya sama miura yang
perannya jadi Yusuke itu haha sebenarnya enggak ada hubungannya. Tiba-tiba aja
ceritanya si anak udah jadi mbak-mbak, terus dia dateng ke lomba lari pas miura
lagi lari. Tiba-tiba lagi mbaknya diminta jadi semacam pendamping latihan. Ah
sungguh berasa tidak nyambung sama sekali. Mungkin karena formatnya film jadi
terkesan dipercepat. Tanpa ada pengenalan tokoh dan medan *perang kali* jadi
berasa ambigu. Tapi itu hanya terjadi pada file pertama kok. Setelah file kedua
cerita mulai terlihat karena sudah masuk ke konflik. Ambigunya menjadi hilang
deh.
Setelah masuk ke konflik, cerita menjadi seru. Banyak hal penting yang
dapat dijadikan pelajaran sih. Kayak misalnya tentang memilih pemimpin dalam
tim. Kenapa pemimpin harus ada dalam tim, kenapa harus tidak boleh menyerah
sampe kenapa harus tim harus ada laki-laki dan perempuannya. Oya, ini film
murni seratus persen tentang dunia sport khusus bidang lari marathon lho ya.
Jangan salah tafsir qeqeqe.
Hal penting yang ada di film ini menurut akio adalah bagaimana upaya untuk
menumbuhkan semangat, menularkannya, sehingga bersama-sama melindungi sesuatu
yang dianggap berharga. Liat film itu berasa kayak waktu SMP. Haha bermimpi,
bermain, bersaing, berteman dengan teman-teman. Sepertinya hidup menjadi
menyenangkan aja adanya *pengennya gitu terus sih, tapi enggak bisa gitu juga*
Oya, disitu miura terlihat sangat keren. Larinya cepet banget. Udah jadi
semacam pelari aja dia. Akio jadi berpikir jangan-jangan sebenarnya dia memang
atlet lari, hehe soalnya beberapa filmnya yang mengharuskan dia berlari selalu
lari cepat. Yah, semacam dia memang suka sama lari gitu. Entahlah, mungkin
benar,mungkin juga salah.
1 komentar:
nah,aku merasa miura disini justru kurang menarik ketimbang d bloody monday, kimini todoke ato last cinderella.
Posting Komentar