Sabtu, 17 Maret 2012

Episode Asuma: Sad Story

Bismillahirrakhmanirrakhim...

Sepertinya seminggu ini akio bener-bener tertarik dengan kehidupan Naruto. Bukan sepertinya lagi, malah. Mungkin karena selalu bangun pagi kali ya. Hehe apa hubungannya coba? -___-

Eh ada, lho. Ada kok. Ketika akio bangun pagi, akio selalu punya waktu yang panjang. Karena waktu terasa panjang. Menunggu datangnya siang juga menjadi sangat panjang. Selain belajar, akhirnya waktu digunakan untuk melirik twitter atau fesbuk, sekedar menulis, atau malah menonton anime. Nah, anime yang ada sekitar pagi menjelang siang cuma Naruto ini. Ya jadilah akio selalu menonton anime ini. Naruto Shippuden :D

Pertama kali tertarik mungkin ketika kemunculan chinjuurikii palsu bernama Sora. Akio bilang chinjuurikii palsu karena memang cakra yang ada dalam tubuhnya itu diambil dari cakra chinjuurikii asli ekor sembilan punya Naruto. Pas cerita ini, akio memang half interest aka biasa-biasa aja. Tetapi, tiba-tiba ada seorang teman bernama Dika bilang kalo cerita akan semakin menarik ketika memasuki episode Asuma yang meninggal. Mulai dari ini, akio mulai mengikuti ceritanya. Gimana enggak, orang Asuma sekeren Kakashi kok bisa meninggal. Sedih banget, kan. Makanya akio jadi pengen tahu ceritanya gimana. Ternyata di episode-episode ini ada Akatsuki yang lain. Si Hidan, orang paling cerewet sedunia dan si Kakuzu, orang paling mata duitan sedunia. Sesuatu banget dan harus ditonton, menurut akio.

Jadilah, akio nongkrong di depan TV setiap pagi. Duduk manis dengan buku sebagai klise biar dikira belajar sambil nonton TV :D

Diceritakan bahwa Tim Asuma sedang melakukan pengejaran 2 orang Akatsuki yang telah mengobrak-abrik kuil penjaga desa dan yang telah membunuh Chiriku, mantan 12 ninja pelindung, yang juga merupakan teman Asuma. Akhirnya Tim Asuma berhadapan langsung dengan Akatsuki bernama Hidan dan Kakuzu. Dua Akatsuki ini muncul setelah 3 Akatsuki lain, Kisame, Sasori, dan Deidara keluar. Disinilah, dalam 3 episode, Asuma meninggal T___T

Ada satu hal yang ingin akio bahas disini. Dalam episode Asuma ini, memang ada beberapa hal yang bersifat mistis dan menyinggung sebuah hal yaitu religi. Sejarah terbunuhnya Asuma oleh Hidan yang merupakan penganut sekte atau agama tertentu cukup menarik untuk dibahas.

Dalam pertarungan tersebut, Hidan menggunakan ritual persembahan kepada dewa dimana dia bisa membunuh seseorang dengan menusuk dirinya sendiri. Cukup aneh memang, tapi itulah yang disebut dengan ritual. Akio cukup apreciate dengan Masashi Kissimoto yang dengan apik mendapatkan inspirasi terkait dengan ritual yang dilakukan Hidan. Ritual yang dilakukan oleh Hidan merupakan salah satu ritual keagamaan jawa kuno. Sebuah ritual yang bisa membuat seseorang mati tanpa harus menyentuh orang yang ingin dibunuh.

Santet. Yak, itu namanya. Santet itu sebuah ritual pembunuhan secara tidak langsung yang dapat membuat seseorang yang menjadi target mati. Biasanya medium yang digunakan dalam ritual ini adalah boneka. Boneka tersebut kemudian dilukai, boleh secara perlahan atau dirusak sekalian. Nah, dalam ritual yang dilakukan si HIdan ini hampir mirip dengan santet. Bedanya Hidan menggunakan medium dirinya sendiri. Dalam ritualnya, Hidan melukai tubuhnya sebagai medium. Walaupun tubuhnya terluka sampe mengeluarkan darah, tapi dia tidak merasakan sakit. Justru targetnya yang merasakan, walaupun si target tidak mengeluarkan darah sekalipun. Benar-benar pembunuhan tidak langsung, kan?

Itu salah satu ritual yang ada, sih sebenarnya. Untuk ritual yang lain, akio kurang tahu. Cuma memang ritual yang dilakukan si Hidan itu sedikit spesial. Kenapa? yaa...karena sedikit berbau Indonesia gitu..hehehe

Intinya kematian Asuma sungguh benar-benar sangat menggemparkan. Tentu saja karena akhirnya Shikamaru yang selalu saja malas-malasan menjadi sangat bersemangat untuk balas dendam. Then, yang terpenting adalah sebuah pelajaran bahwa kehilangan seseorang yang berharga sungguh sangat sakit. Tetapi, ketika iklas menerimanya, sesuatu akan menjadi sebuah memori yang sangat berharga untuk dikenang dan diingat untuk selamanya :D

Salam,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Aikotoba~