Dalam suatu masa, setiap manusia bisa saja memiliki beberapa kekuatan yang tidak dapat diperkirakan. Berbeda dengan yang lain dan berbagai hal berbeda lainnya. Sesuatu yang berbeda memang sangat tidak menyenangkan. Memiliki kesempatan yang berbeda dengan orang lain bisa jadi berbeda. Setiap orang memiliki kesempatan yang berbeda. Namun, tidak semua manusia mau mengambil kesempatan tersebut. Karena itu, keberanian untuk mengambil kesempatan itulah yang membedakan manusia yang satu dengan yang lain.
menjadi kupu yang sehat
terbawa angin berkilau
sekarang ku pergi untuk bertemu dikau
Itu adalah salah satu penggalan lirik dari sebuah anime. Mereka adalah para anak-anak terpilih yang ditugaskan untuk menjaga keseimbangan dunia digital dan dunia manusia. Delapan anak terpilih generasi pertama harus pergi ke dunia digital untuk menyegel beberapa digimon yang jahat yang menghasut digimon-digimon lain untuk mengganggu manusia. Ke-delapan anak terpilih pun harus bertarung dan mengembalikan mereka seperti semula. Dua anak generasi pertama dan tiga anak generasi kedua harus bolak-balik ke dunia digital karena para digimon-digimon jahat berusaha masuk ke dunia manusia. Mereka harus berjuang mengembalikan mereka ke dunia digimon agar kehidupan manusia tidak terganggu. Lima anak generasi ketiga lagi-lagi harus bertarung dengan para digimon yang sudah mulai berevolusi. Tentu saja tugas mereka semakin berat karena dunia digital dan dunia manusia bahkan mulai menyatu. Pertarungan pun tidak hanya terjadi di dunia digital, tetapi juga di dunia manusia. Kemudian, generasi keempat, tiga anak terpilih harus menjaga keseimbangan para digimon-digimon yang juga hidup di dunia manusia. Yah, mereka semua adalah para anak-anak terpilih. Anak-anak biasa yang memiliki tugas tidak biasa. Karena itu, bermain bukanlah hal yang utama seperti kebanyakan anak lainnya. Karena memang tidak ada waktu untuk bermain-main.
Menjadi anak-anak yang terpilih memang bukan keinginan mereka. Anak mana yang mau melakukan hal yang berat seperti itu? Anak mana yang mau mengorbankan waktu bermainnya hanya untuk melindungi manusia seluruh bumi? Anak mana yang mau mengorbankan nyawanya hanya demi sesuatu yang mungkin cukup aneh untuk dilakukan. Tugas melindungi bumi adalah tugas orang tua bukan tugas anak-anak. Mungkin kalimat-kalimat seperti itu yang muncul pada semua anak-anak. Akan tetapi, tidak semua anak menjadi anak-anak yang terpilih. Tentu saja, tidak semua anak berani mengambil kesempatan untuk menjadi anak-anak terpilih.
Menjadi anak-anak yang terpilih bukanlah hal yang mudah. Menjadi anak-anak terpilih bukan sesuatu yang membanggakan. Menjadi anak-anak yang terpilih juga bukan sesuatu yang menyenangkan. Menjadi anak yang terpilih itu adalah pilihan. Pilihan untuk berbeda dengan anak-anak yang lain. Pilihan untuk menjadi anak-anak yang harus bertahan apabila diserang, bertahan apabila ada rintangan, bertahan apabila ada permasalahan, dan bertahan untuk tetap menyeimbangkan bumi. Untuk itu tidak mudah menjadi anak-anak yang terpilih.
Ketika sudah berani memilih untuk menjadi anak-anak yang terpilih, pilihannya hanya satu melakukannya dan menjalankan tugas dengan baik. Cukup itu saja.
"dan suatu saat nanti pasti bisa seperti dirimu :D"

Tidak ada komentar:
Posting Komentar