Minggu, 09 Oktober 2011

dia..

dari ketiga trilogi cerita yang dibuat oleh chinyung, memang yang paling teringat didalam memori pikiran saya adalah kisah golok pembunuh naga. Kisah ini merupakan kisah terakhir dari trilogi tersebut. Saya juga tidak terlalu mengerti kenapa memori tentang kisah itu cukup banyak ada dalam pikiran saya. Berbeda dengan dua kisah lainnya yang hanya sepintas lalu.

Mungkin karena saya sudah terlalu cukup bisa memikirkan beberapa hal yang ada dalam kisah tersebut. Atau juga mungkin karena kisah ini diputar terakhir dari dua kisah sebelumnya. Dari lagu Osnya juga saya sampai sekarang cukup mengingatnya. Tio Bu Ki juga keren sih, jadi ya...suka aja.

Kisah golok pembunuh naga ini pernah ditayangkan di salah satu TV swasta di Indonesia. Ketika itu, judulnya bukan golok pembunuh naga, tetapi pedang pembunuh naga. Settingnya tetap saja di Tiongkok aka china daratan. Saat itu memang sepertinya ada konflik antara indonesia dan china. Waktu itu ya, wallohua’alam saya tidak mengerti permasalahan negara. Maklum masih kecil, yang akio tau ya itu film isinya pertarungan silat dan perebutan pedang. Itu saja sih. Disisi lain juga karena beberapa hal yang saya anggap itu baik seperti harus membantu orang kalo ada orang yang susah, tidak boleh sedih walaupun sangat sakit karena itu selalulah tersenyum, harus bisa kuat walaupun tidak punya kekuatan sama sekali, dan yang terpenting adalah anak laki-laki tidak boleh menangis. Itu semua ada dalam diri Tio Bu Ki. Tio Bu Ki itu adalah sosok orang yang sangat baik, tabah, dan kuat. Sejak kecil sudah ditinggal orang tua, sejak kecil sudah mengalami rasa sakit yang berat, sejak kecil sudah mengalami pukulan yang sangat banyak. Sangat banyak dan berat. Tapi dia selalu tersenyum dan riang. Menerima sesuatu yang diperkirakan orang lain itu adalah terbaik untuknya.

bersambung

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Aikotoba~