Tentang mimpi
Aku tahu. Mimpiku memang sangat besar. Sangat banyak. Namun sayangnya, sangat terasa susah untuk dijangkau. Aku tahu. Aku memang tidak punya cukup kemampuan untuk meraihnya. Aku seperti tidak berdaya untuk meraihnya. Hanya memimpikannya saja. Hanya bermimpi dan terus bermimpi.
Aku tahu. Aku hanyalah seorang manusia biasa. Seorang manusia yang hanya bisa berharap dan berharap. Aku bukan seorang yang bisa dengan mudah mendapatkan apa yang aku inginkan.
Karena aku tahu aku seorang manusia biasa. Aku hanya bisa berharap. Berharap dengan segenap kekuatan. Berusaha dan berjuang. Berdoa dan berharap agar Tuhan meridhoi. Hanya mengharap ridho dari-Nya.
Walaupun aku hanya seorang manusia biasa. Walaupun aku hanya bisa berharap. Dengan segenap upaya, aku harus tetap berusaha. Aku tidak mau menyerahkan mimpiku pada waktu. Aku tidak mau. Aku akan mengalahkan waktu. Aku tidak akan menyerahkan apa yang aku impikan pada waktu. Waktu adalah orang jahat. Kalau bisa, bahkan aku akan membunuhmu.
Aku tidak akan menyerah. Bukankah orang yang gampang menyerah itu seorang pengecut? Aku tidak ingin jadi pengecut. Aku akan meraih mimpiku. Aku akan mewujudkannya. Walaupun aku sudah tidak punya tangan, aku masih punya kaki. Walau aku sudah tak punya kaki, aku masih punya otak. Aku akan mendapatkannya dengan ridho Alloh. Karena aku percaya Alloh pasti akan menolongku. Menolong orang yang terus berharap pada-Nya. Orang yang yakin pada-Nya. Karena Alloh selalu bersamaku.
Karena itu, ayo bangkit. Bangkit. Bangkit. Waktu masih berusaha mencari celah. Karena itu, sebelum dia mendekatimu. Berlarilah. Berlali sejauh mungkin. Dengan membawa mimpi. Jangan tinggalkan mimpi itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar